Buku Karya Braindilog

Berisi mengenai kajian analisis sosial dengan pendekatan konsep teori tokoh Sosiologi Indonesia.

Braindilog

Merupakan sebuah konsep dan metode diskusi yang di lakukan dengan tahapan Brainstorming, Dialectic, dan Logic dari teori atau permasalahan sosial yang didiskusikan.

Braindilog Sosisologi Indonesia

Mengawal Perkembangan Ilmu Sosiologi di Indonesia menuju otonomi teori Sosiologi Indonesia yang berlandaskan nilai, norma, dan kebermanfaatan masyarakat Indonesia.

Gerakan Otonomi Teori Sosiologi Indonesia

Sayembara menulis artikel sosiologi Indonesia adalah upaya Braindilog Sociology dalam menyebarluaskan gagasan otonomi teori sosiologi Indonesia.

Braindilog Goes To Yogyakarta

Diskusi Lintas Komunitas bersama Joglosonosewu dan Colombo Studies di Universitas PGRI Yogyakarta dengan tema "Konflik Horisontal Transportasi Online". Selain dihadiri komunitas, acara ini juga diikuti oleh beberapa perwakilan mahasiswa dari masing-masing kampus di Yogyakarta.

Selasa, 29 Maret 2016

Karl Marx

Trier, Prusia 5 Mei 1818, sebagai saksi dari lahirnya tokoh yang  sangat berpengaruh di dunia yaitu, Karl Heinrich Marx, dengan pengetahuannya yang sangat kritis dalam bidang keilmuan. Dengan latar belakang keluarga rabbi, Marx muda dilahirkan oleh sosok ibu yang taat akan agama dan ayahnya seorang pengacara. Pada tahun 1841, Marx menerima gelar doktornya di bidang filsafat dari Universitas Berlin. Pemikiran Marx dalam bidang filsafat sangat di pengaruhi oleh G.W.F. Hegel (1770-1831) dengan corak filsafat Jerman, akan tetapi sebelum Hegel menyempurnakan dari filsuf Jerman seperti Kant dengan filsafat kritisnya, Fichte dengan filsafat Wissenshaftslehre dan Scheling dengan corak filsafat mempertentangkan “Aku” dan “Non-Aku”. Pola pikir Hegel sebagai tolak ukur filsafat Jerman pada waktu itu, Hegel sangat mengutamakan rasio, namun rasio yang dimaksud Hegel bukan pada individu, akan tetapi rasio yang melekat pada subjek absolut (dalam bahasa lain yaitu roh). Dengan demikian, terkenallah sebuah dalil “all that is real is rational, and all that is rational is real”.
 
Bukan hanya Hegel yang mempengaruhi pemikiran Marx, akan tatapi L. A. Feuerbach (1804-1872) yang sedikit berbeda cara pandang dengan Hegel, salah asatu ungkapan yang di lontarkan Feuerbach adalah  manusia beragama karena terikat oleh alam, manusia lemah sedangkan alam yang didapatinya kuat dan ganas, cara filsafat dari Feurbach masuk dalam kerangka berfikir teologis. Akan tetapi seiring berjalannya waktu dan pola pikir Marx semakin kritis, pola dari kedua filsuf sedikit demi sedikit di tentang oleh Marx.
Menulis tentang Marx dengan teorinya merupakan sebuah tantangan bagi para penulisnya, bahkan memahami pola pikir Marx itu sendiri tidak segampang membalikkan telapak tangan. Pola pikir yang sulit diterka, mengandung multi-interpretasi, dan dengan bahasa yang sangat jeli yang dilontarkan dalam tulisan-tulisan Karl Marx, maka tidak heran bagi mahasiswa untuk memahami seorang Marx dengan karya dan teorinya, butuh usaha ekstra dan kerja keras dalam memahami maksud dan setiap makna gagasannya. Akan tetapi, kita sedikit demi sedikit belajar memahami pola pikir Marx dengan perlahan-lahan.
 
Sebelum berbicara lebih jauh tentang Marx, perlu lebih awal kita ketahui terlebih dahulu mengenai Materialisme Dialektis dan Materialisme Historis. Secara sederhana materialisme dialektik adalah dialektika terjadinya di dunia nyata atau dunia materi, sedangkan materialisme historis adalah bahwa manusia dapat dipahami sejauh ia ditempatkan dalam konteks sejarah. Definisi sederhana ini bisa dibilang tidak sempurna dalam pandangan materialisme dialektik dan materialism historis dengan penjabaran filsafat yang sebenarnya, karena ketika dijabarkan secara panjang penulis masih ragu dengan kapasitas pemahaman mengenai Marx itu sendiri. Dalam kancah keilmuan Sosiologi Marx, terkenal dengan teori Kelas Sosial dan Alienasinya. Kelas sosial bagi Marx dibedakan dalam dua kelas. Kelas Borjuis atau disebut dengan kaum pemilik modal, dan Kelas Proletar atau dikenal sebagai  kelas buruh dan masyarakat miskin. Pada bagian ini, pembagian kelas mempengruhi sikap pertentangan kelas karena di dalam kelas tersebut ada imperialisme dan penindasan dari kaum pemilik modal sebagai penguasa alat-alat pabrik dan pemilik dari kaum pekerja, dalam hal ini bisa disebut dengan dialektika dalam kapitalisme.
 
Dengan pertentangan kelas tersebut Marx menganalisis akan lahir sebuah zaman di mana tidak ada kelas-kelas sosial, tidak adanya pertentangan, tidak adanya imperialisme dan monopoli kekuasaan. Marx mengatakan zaman ini disebut dengan Komunisme. Komunisme, sebagai cita-cita Marx dalam hidupnya –bisa dibilang seperti itu– karena di setiap pembahasan mengenai pertentangan kelas Marx, dia selalu ingin membuat sebuah revolusi besar-besaran dalam kelas tersebut (red.kelas proletar). Kaum proletariat digambarkan oleh Marx sebagai sekumpulan Prometheus. Prometheus adalah manusia yang ditindas tetapi akan menguasai masa depan, hal ini terbukti dalam ajaran revolusi seorang Marx seperti terjadianya revolusi Bolshevik di Rusia, sebagai penentang akan kapitalis pada tahun 1903 dan tahun 1917 sebagai puncaknya. Kaum ini di dasari atas ideologi Marxisme dan Leninisme sebagai acuan revolusi ekomoni di Rusia, Manifest der komunistichen partey (1848) sebagai pijakan revolusi dalam politik dan Das Capital (1850-1866) sebuah karya monumental dan termasuk salah satu buku merubah dunia.
 
Pembahasan Marx tidak selesai pada pertentangan kelas dan revolusi, di balik pertentangan kelas, masyarakat harus mempunyai satu pekerjaan, Marx mengatakan bahwa kerja adalah pengembangan kekuasaan-kekuasaan dan potensi-potensi manusiawi kita yang sejati. Marx sering mawanti-wantikan pentingnya materi dalam kehidupan kita, karena manusia membutuhkan makan untuk keberlangsungan hidupnya, secara harfiah manusia adalah zoon-politikon, bukan hanya makhluk sosial, tetapi makhluk yang berkembang dan bersifat dinamis di masyrakat.
 
Ketika individu dalam ruang lingkup masyarakat dan kerja, maka secara otomatis akan terjadi alienasi dalam kehidupannya. Kata alienasi ini berasal dari karya awal Marx yang tidak lain masih berhubungan erat dengan kapitalisme yang mengakar dalam masyarakat, sehingga alienasi menjadi suatu keprihatinan sendiri bagi Marx. Marx menggunakan alienasi sebagai konsep untuk menyingkap efek dari produksi kapitalis yang bersifat menghancurkan terhadap manusia dan masyarakat. Alienasi dalam kamus sosiologi adalah keterasingan individu dari diri mereka sendiri dan orang lain. Pada dasarnya kata alienasi ini memiliki makna filosofis dan bersifat religius, tapi Marx mentransformasikannya ke dalam konsep sosiologi dan Ekonomic and Philosophical Manuscripts of 1844, keterasingan berakar dalam struktur sosial yang menyangkal esensi manusia, Marx percaya bahwa esensi manusia adalah sesuatu yang diwujudkan dalam konteks kerja.
 
Marx membagi alenasi dalam 4 (empat) macam yaitu, antara lain:
1.    Individu teralienasi dari aktivitas produksi
2.    Individu teralienasi dari temannya
3.    Individu teralienasi dari pekerjaannya
4.    Individu teralienasi oleh dirinya sendiri
 
Alienasi sebagai salah satu contoh pertentangan antara hakekat manusia dalam diri manusia itu sendiri, pertentangan dalam alienasi memang dirancang oleh kaum kapitalis dalam ranah nilai tukar dan nilai produksi. Buruh atau satu individu akan tersudut ketika berbicara nilai tukar, antara gaji buruh dengan majikannya dalam satu produksi, sedangkan hasil dari produksi adalah gejala yang dilahirkan oleh alienasi kita, yang hanya bisa di tiadakan melalui perubahan sosial.

Referensi
Ritzer, George. 2012. Teori Sosiologi dari Sosiologi Klasik sampai Perkembangan Terakhir Postmodern. Yogyakarta: Pustaka pelajar.

Karya: A.Zahid, S.Sos

Selasa, 23 Februari 2016

Undangan Nongkrong Sosial Braindilog Sociology

Nongkrong sosial adalah konsep diskusi dengan metode Braindilog (brainstorming, Dialectic, and Logic) dan sudut pandang berbagai macam ilmu sosial dalam menganalisa dan mengupas topik/tema diskusi.

Kali ini secara spesial Braindilog Sociology akan mengupas tema "jaringan pemikiran kewirausahawan priyayi mangkunegaran" dengan pemantik M.Iqbal Birsyada Dosen Pascasarjana Pendidikan IPS Universitas PGRI Yogyakarta, dimoderatori oleh Syamsul Bakhri Pemuda Pemerhati Budaya Tegal, dan notulen Lita Nala Mahasiswa Pascasarjana Sosiologi UNS.

Berikut Undangan Nongkrong Sosial:


Acara ini gratis dan Terbuka untuk umum

Kamis, 11 Februari 2016

Braindilog Sociology melakuan penelitian mengenai Kearifan Lokal dan Potensi Ekonomi masyarakat dusun Tambak desa Berjo, Ngargoyoso, Karanganyar

Lokasi penelitian dilakukan di Dusun Tambak, Desa Berjo, Ngargoyoso, Karanganyar. Adapun alasan pemilihan lokasi dikarenakan Desa tersebut merupakan salah satu wilayah pedesaan yang memiliki potensi pembangunan yang berhasil jika melihat potensi alam dan kesuburan tanah yang dimiliki desa tersebut. Secara kelembagaan, Desa Berjo merupakan salah satu desa yang membentuk LMDH sebagai salah satu komponen dalam struktur masyarakat mereka, sehingga terdapat upaya pengelolaan potensi hutan desa.

Gambar 1. Balai Desa Berjo

Penelitian tersebut dilakukan pada tanggal 28-31 januari 2016, penelitian tersebut bertujuan :
  1. Penerapan teori sosiologi ekonomi.
  2. Mengetahui bagaimana sistem perekonomian masyarakat dusun tambak.
  3. Bagaimana pengelolaan pertanian dan hutan masyarakat dusun tambak.
  4. Bagaimana tradisi yang terkait dengan sistem mata pencahatian masyarakat dusun tambak.
  5. Bagaimana sistem kepercayaan masyarakat dusun tambak


Menurut Penuturan Bapak Suyatno Kadus Tambak “Dusun Tambak ini akan dikembangkan menjadi Taman desa, konsep taman desa yaitu keselarasan antara alam, tuhan, dan manusia. Konsep ini masih dikembangkan bersama Tim Litbang dusun Tambak yang terdiri dari seniman, para pakar, dan ahli dibidang masyarakat, desa, hutan dan pertanian. Sementara ini ada rencana pembuatan taman Labirin, penanaman bibit apel seluas 20 H, dan mengembangkan telaga Madrirda menjadi pariwisata.

Gambar 2. Saat berkoordinasi dengan Bpk.Suyatno Kadus Tambak.

Menurut penuturan Alan Sigit Febrianto S,Pd selaku koordinator penelitian, “banyak sekali potensi yang bisa dikembangkan dari dusun tambak seperti tradisi kondangan, punden, dan telaga madrirda yang apabila dikembangkan dengan baik sehingga ciri khas masyarakatnya tidak berubah akan menyelesaikan masalah pengangguran, urbanisasi, dan kemiskinan yang ada”. 

Kondangan di dusun Tambak ada beberapa jenis yaitu saat idul fitri, bulan haji, bulan suro, bulan maulud, bulan ruah (Nyadran), bulan puasa awal, malam 21 dan 25 bulan puasa, tonjo (masa tanam), panen (masa panen), kelahiran anak, kematian, sunatan, dan pernikahan.

Ada 3 punden utama di masyarakat dusun tambak, yaitu punden sumber, punden Ndalem, dan punden plagatan. Sebelum melakukan hajatan sunatan atau pernikahan masyarakat dusun tambak akan melakukan kondangan (berdo’a dengan membawa nasi tumpeng dengan lauk pauk dan ayam bakar) ke tiga punden tersebut dengan urutan ke punden ndalem terlebih dahulu, kemudian ke punden plagatan, yang terakhir ke punden sumber.

Gambar 3.Punden Ndalem
Gambar 4. Punden Plagatan
Gambar 5. Punden Sumber

Selain tiga punden tersebut, tidak kalah menariknya yaitu keberadaan telaga Madrirda. Telaga ini sangat indah, airnya yang jernih, dengan ikan-ikan di dalamnya, pohon, rumput hijau, hawa yang sejuk, dan bunga disekelilingnya membuat siapapun yang berkunjung akan terpesona dan ingin berlama-lama disini.

Gambar 6. Telaga Madrirda. 

Masyarakat dusun Tambak sangat ramah, hawa sejuk, dan bunga yang ada di hampir setiap rumah warga membuat siapapun akan merindukan tempat ini, kami Tim Peniliti Braindilog Sociology sangat berkesan dan senang bisa membantu masyarakat dusun Tambak dalam bentuk penilitian dan sumbangsih pemikiran. Jika anda ingin berkunjung kesana lokasinya tidak jauh dari candi Sukuh Karanganyar, kurang lebih bisa ditempuh dengan mobil atau motor selama 10 menit perjalanan. Salam Braindilog (Brainstorming, Dialectic, and Logic). 

Jumat, 11 Desember 2015

Undangan Braindilog Edisi 5 Karl Marx